Headlines News
Featured
Articles

Berita
Europa

Pro
Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk beri penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

Warga Aceh di Denmark Laksanakan shalat Ghaib dan Samadiah Untuk Abon Selimuem dan Abuya Jamaluddin

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Friday, 22 July 2016 | 13:58

WAA : Denmark – Kehilangan ulama kharismatik Aceh membuat semua warga Aceh baik di dalam maupun luar negeri merasa kehilangan. Begitu juga kesedihan yang di rasai oleh warga Aceh di Eropa, meninggal dua orang ulama Aceh sekaligus dalam hari yang sama menjadi musibah yang sangat besar untuk seluruh warga Aceh Khususnya dan Ummat ilslam sedunia pada umumnya, langit dan bumi pun akan ikut menangis ketika meninggalnya seorang ulama sebagai lampu penerang di dunia ini.
Tgk H. Mukhtar lutfi yang di kenal dengan sebutan Abon Selimuem meninggal dunia pada hari kamis pagi (21/7/2016) di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh.
Berita meninggalnya Abon selimuem membuat redup di kawasan Barat dan seluruh Aceh. Belum pulih luka yang di rasakan oleh warga Aceh dengan meninggalnya Abon Selimuem, Allah memanggil lagi seorang Ulama penerang bagi ummad Islam di Aceh yaitu Abuya Jamaluddin Waly pada malam Jum’at pukul 23.15 wib.
Meninggal nya dua orang ulama Aceh dalam jarak waktu yang sangat dekat membuat seluruh ummat islam di Aceh benar-benar merasa bagaikan seorang anak kehilangan orang tuanya.
Berita duka tersebut langsung di posting ke dunia maya sehingga warga Aceh di seluruh dunia khususnya di Denmark merasakan kehilangan lampu penerang bagi seluruh ummad. Warga Aceh di Denmark melakukan shalat Ghaib dan samadiah untuk Abon dan Abuya Jamaluddin Waly di meunasah Aceh yang terletak di Kota Aarsh.
Shalat Gahib dan samadiah di lakukan setelah shalat jumat yang di pimpin oleh Tgk Abdul Razaq Ridhwan selaku ketua MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa) yang sudah 2bulan berada di Eropa dalam agenda safari dakwah dan zikir bersama warga Aceh di Eropa.
Dalam kesempatan tersebut Tgk Abdul Razaq yang sering di sapa Tgk Akhiy mengingatkan kepada warga Aceh di eropa untuk selalu meminta ampun kepada Allah dan memberikan nasehat dalam tausiahnya bahwa kehilangan ulama merupakan musibah besar bagi kita, salah satu dari tanda-tanda kiamat ialah Allah mengangkat Ilmu dari dunia ini dengan cara memanggil para alim Ulama ke hadiratNya.
Tgk Akhiy juga menambahkan bahwa ulama ini merupakan penerang dunia, tampa ada ulama maka dunia akan terasa gelap, gelap dari petenjuk kebenaran, tampa ulama maka ummat akan sesat.
Semoga Allah menempatkan mereka ke dalam syurga bersama para Nabi-Nabi dan Aulia , dan semoga kita para pecinta ulama bisa bersama mereka di syurga nanti, Amin ya Rabbal A’lamin. (Akhiy)

Ketua MAZKA Kota Langsa Pimpin Zikir dan Salawat di Open House Warga Aceh di Norwegia

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Thursday, 21 July 2016 | 16:16

WAA : STAVANGER - Ketua Majelis Zikir Kota Langsa (MAZKA) Teungku Abdul Razaq Ridhwan berkesempatan mengisi ceramah di open house masyarakat Aceh di Norwegia. Setelah mengisi kegiatan safari dakwah, zikir dan salawat di Denmark, Teungku Abdul Razaq dan rombongan aktivis WAA dari Denmark bergerak menuju Norwegia pada Senin, 11 Juli 2016.
Pertemuan tersebut selain untuk silaturrahmi juga untuk memenuhi undangan zikir, salawat dan dakwah di Kota Stavanger, beserta pengajian yang sudah di jadwalkan oleh panitia disana. Perjalanan ke sana melalui pelabuhan Hirtshals, Denmark yang menghabiskan waktu hingga tujuh jam.
Dalam agenda selama delapan hari di Norwegia, MAZKA mengisi sejumlah kegiatan seperti silaturrahmi, pengajian, zikir dan salawat dari rumah ke rumah bersama warga Aceh di salah satu negara di Skandinavia itu.
Pada Minggu, 17 Juli 2016, warga Aceh mengadakan halal bi halal di Gedung Bydelhus. Acara itu dibuka oleh Tgk. Edy Yikisna Shabuddin, kemudian Tgk. Tarmizi Ibnu memprotokoler acara tersebut sesuai susunan.
1. Pengajian Alquran oleh Adek Shahril Usmaan. 
2. Kata sambutan yanga disampaikan oleh Tgk. Zulkarnen Abdul Wahab 
3. Qasidah yang dipimpin oleh, Amirah Tgk. H. Abdul Qadir bersama kawan-kawan
4. Narid dari Koordinator World Acehnese Association (WAA), Tgk. Nek Hasan.
Pada kesempatan itu Nek Hasan mengajak warga Aceh di Norwegian agar sama-sama memperkuat dan mempertahankan ukhuwah tali persaudaraan seluruh warga Aceh di Skandinavia, Eropa.
5. Sebagai puncak acara, Tgk. Abdul Razak menyampaikan dakwahnya yang diakhiri dengan doa. 
Tgk. Abdul Razak atau yang biasa dipanggil Akhy mengajak warga yang hadir untuk terus mengingat Allah dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Agar kelak di akhirat kita bisa bersama-sama dengan Nabi Muhammad SAW," katanya.
Beliau juga memaparkan tentang pentingnya ilmu agama dan memberikan motivasi kepada para orang tua di Norwegia untuk mendalami ilmu agaka ke pondok-pondok pesantren yang ada di Aceh. Seperti MUDI Mesra Samalanga, Dayah Darussa'adah Blang Blahdeh, Dayah Darul Huda Lhoknibong dan lainnya.
"Karena di saat era globalisasi seperti ini banyak lahir pemikiran-pemikiran liberalisme maka dayahlah jalan terakhir untuk membentengi aqidah Ahlussunnah waljamaah."
Ketua Masyarakat Aceh di Norwegia, Tgk.Tarmizi Ibnu, melalui siaran pers yang diterima melalui email redaksi mengatakan, masyarakat Aceh sangat gembira dengan kedatangan gure dari Aceh tersebut. Mereka berharap akan semakin banyak gure-gure di Aceh yang datang ke Eropa untuk memberikan tausiyah atau ceramah agama.[Hs/wrh)

WAA Menghadirkan Ketua MAZKA Kota Langsa, untuk menjadi Imam Dan Khatib Hari Raya Pertama Di Meunasah Aceh, Kota Aars, Denmark

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Wednesday, 6 July 2016 | 13:19

WAA: DenmarkMerayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini yang jatuh pada Rabu 6 Juli 2016, WAA (World Acehnese Asociations) menghadirkan Ketua MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa), Tgk Abdul Razaq Ridhwan, untuk menjadi imam dan khatib hari raya pertama di Meunasah Aceh, Kota Aars, Denmark.
Sebelumnya, Tgk Abdul Razaq Ridhwan yang sudah 15 hari lebih berada di Negara Denmark dalam rangka kegiatan safari Ramadhan memenuhi undangan dari WAA (world Acehnese Asociations). Di sana ia telah mengisi berbagai kegiatan seperti zikir, pengajian, dan imam taraweh berbagai kota di negara Denmark seperti di Kota Aalborg, kota Hjorring, kota Silkeborg dan Kota Aars yang di domisili warga Aceh di setiap kota tersebut.
Kegiatan ini merupakan kali pertama di lakukan oleh organisasi WAA yang ada di negara Eropa.
Shalat Idul fitri yang dilaksanakan setiap tahun oleh ummat muslim yang ada di seluruh dunia juga dilaksanakan oleh warga Aceh yang sudah lama menetap di Negara Eropa khususnya negara Denmark. Setiap tahunnya warga Aceh di negara Denmark melakukan shalat Idul fitri di sebuah gedung yang di sewa oleh ummat muslim yang ada di Denmark, sehingga berbagai bangsa yang beragama Islam turut hadir di tempat tersebut.
“Alhamdulillah pada tahun ini masyarakat Aceh di negara Denmark sudah bisa melaksanakan shalat idul fitri di meunasah Aceh yang baru diresmikan sekitar enam bulan yang lalu. Ini merupakan shalat hari raya perdana di lakukan oleh warga Aceh di tempat sendiri atau di “meunasah droe” Meunasah Aceh Denmark,” kata Teungku Syukri, Sekretaris WAA yang sudah sekian lama bermukim di sana.

Majelis Buka Puasa besar-besaran Di Pusat Kota Copenhagen

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Tuesday, 5 July 2016 | 02:29

WAA : 29 Ramadhan 1437 H - Denmark merupakan sebuah negara yang mendokong idealisma socialis liberalism, di mana hak kesamarataan menjadi tunjang dalam membentuk sistem politik di negara ini. Rakyatnya bebas bersuara, free trading, mengamalkan agama dan kepercayaan dan lain lain lagi.
Hari ini merupakan hari yang bersejarah buat umat Islam di salah sebuah bumi Scandinavia ini dimana telah diadakan majlis berbuka puasa secara besar besaran di tengah kotaraya Copenhagen. Terbenamnya matahari maka bergemalah azan Maghrib di kota ini, dan berderu-deru umat Islam bersolat di hadapan City Hall kota ini (04/06/16)..
Perasaan saya bercampur campur apabila berpeluang menyertai acara ini. Jika dulu sebelum datang ke negara ini, hati berbelah bahagi dengan berita dari Whatsapp yang kononnya Islam sering dihina di negara ini. Realitinya, setiap orang bebas mengamalkan agama masing masing. Ruang freedom of speech digunakan untuk menyalurkan kefahaman ideology tanpa pergeseran.
Majlis berbuka puasa ini dibuat secara public dan makanan diedarkan secara percuma. Dana dikumpul melalui sumbangan orang ramai. Menariknya program ini disertai juga oleh non Muslim, dan terdapat kuanter penerangan Islam juga dibuka. Saya lihat ada CD dan risalah tentang agama Islam juga turut diedarkan.
Misalnya seorang pemuda Danish yang duduk makan bersama kami rasa tertarik untuk menyertai setelah disapa mesra oleh pihak organizer.
Jika di satu sudut dunia lain Islam dilihat sebagai memperjuangkan keganasan, dan mengancam keselamatan dunia. Pada hari yang bersejarah ini, masyarakat disantuni dan berkumpul tanpa mengira kelainan agama, status sosial dan sebagainya.
Memetik satu hadith, Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, bahawa Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda: “Islam bermula sebagai sesuatu yang dianggap asing dan ganjil. Dan ia akan kembali sebagaimana permulaannya, dianggap asing dan ganjil. Maka, beruntunglah orang-orang yang ganjil”.
Ps : Selamat berpuasa dan menyambut hari lebaran buat keluarga di Yan dan Ipoh, doa kami disini, Subr " Cheapskate Travelers  ".

Keburu Waktu, Taraweh 20 Rakaat Dengan Waktu Yang Pendek

thumbnail
Aalborg, 04/07/16 - WAA (World Acehnese Association) merupakan salah satu organisasi perkumpulan warga Aceh di seluruh dunia mengundang saya untuk mengisi pengajian, zikir, shalawat dan silaturrami dengan warga Aceh di negara Eropa, serta di percayai sebagai Khatib pada hari raya ‘idul fitri 1437 H di menasah Aceh Denmark. 
Ini merupakan salah satu cita-cita saya dalam mengembangkan dakwah Islam melalui Syiar zikir dan shalawat, karena dalam beberapa waktu yang lalu saya sudah mengisi kegiatan zikir dan shalawat ke Negara Brunei Darussalam dan Malaysia bersama MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa). Kali ini saya mengisi kegiatan tersebut di negara eropa tepatnya di Denmark, Norwegia, dan negara lainnya yang di domisili oleh warga Aceh.
Alhamdulillah WAA (World Acehnese Association ) dan MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa) menjalin kerjasama dalam kegiatan ibadah seperti, pengajian Shalawat, dan lainya. In sya Allah setiap tahun WAA akan terus melanjutkan program yang mulia ini demi generasi anak-anak Aceh di negara Eropa. Saya memulai safari dakwah dan zikir ke negara eropa pada 17 Ramadahan 1437 H, tepat nya pada tanggal 22-06 2016.
Sudah kita ketahui bahwa negara denmark merupakan salah satu negara yang memiliki waktu terpanjang dalam melakukan Ibadah puasa, disini ummat islam berpuasa sekitar 20-21 jam lamanya, beda di Aceh khususnya yang berpuasa hanya 13jam atau 14jam. Bila di Aceh hanya berpuasa sekitar 13jam maka warga muslim di denmark harus menambah sekitar 6 atau 7 jam lagi untuk menyempurnakan puasa mereka, ini merupakan tantangan ke imanan bagi saya dan bagi seluruh ummat islam di Eropa. Waktu puasa yang panjang seperti ini diperkirakan akan terus berlangsung sampai 7 atau 8 tahun kedepan.
Setelah itu warga muslim di Negara Denmark dan beberapa negara eropa lain nya akan merasakan puasa dengan waktu yang sangat singkat yaitu hanya sekitar 4 atau 5 jam lamanya.
Dalam menjalan kan ibadah puasa di benua biru ini tidak sedikit tantangan yang saya hadapi, bukan hanya pada jam puasa yang sangat panjang tapi waktu ibadah shalat taraweh pada malam hari dengan waktu yang sangat singkat. Kami hanya memiliki waktu 3jam lebih untuk melakukan ibadah pada malam hari, mulai buka puasa pada pukul 22.22 malam dan selanjutnya kami menunggu waktu shalat insya pada pukul 00.03 wib, pada kebiasaaan nya di Aceh tepat pukul 12 malam warga sudah larut dalam tidur, tapi disini kami warga Aceh harus berjuang untuk bisa menyempurnakan ibadah shalat taraweh yang hanya ada satu kali setahun pada bulan Ramadhan.
Waktu yang sangat singkat tidak menjadi problem bagi warga Aceh di denmark dalam menjalankan Ibadah puasa dengan waktu yang panjang dan ibadah taraweh dalam waktu yang sangat singkat. Bagi saya ini menjadi tantangan yang berat karena ini kali pertama saya merasakan puasa di negara eropa. Beda halnya dengan warga Aceh yang sudah berdomilisili 12 tahun bahkan lebih, mereka sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Menerut salah satu warga Aceh di Denmark dan juga merupakan koordinator WAA (World Acehnese Association ) Tgk. Hasan Basri atau yang sering di sapa Nek Hasan oleh warga Aceh di Eropa, beliau sudah 12 tahun menetap di Negara Denmark tidak ada hambatan dalam melakukan Ibadah puasa serta ibadah yang lainnya dalam bulan Ramadhan, beliau juga menambahkan bahwa bila ada keinginan untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT tidak ada alasan untuk meninggalkannya, bahkan dapat menambah ke imanan kita kepada Allah SWT dengan cobaan yang Allah berikan kepada kita dalam melakukan Ibadah terutama Ibadah di bulan Ramadhan ini.
Sama hal nya di Aceh, kami juga melakukan shalat taraweh 20 Rakaat dengan 10 kali salam dan witir 3 rakaat dengan 2kali salam. Bedanya di Aceh masyarakat nya bisa melambatkan kegiatan Ibadah taraweh karena di aceh memiliki waktu malam yang panjang, tapi kami di sini harus menyempurnakan 20 rakaat shalat taraweh serta witir dalam waktu yang singkat, karena bagi kaum Ibu-ibu mereka harus mempersiapkan menu sahur untuk keluarga. Dan setelah itu kami melakukan sahur bersama-sama serta melakukan shalat subuh berjamaah tepatnya pada pukul 02.34 wib. Ini merupakan suatu tantangan ke imanan yang besar bagi saya dan seluruh warga Aceh di negara Denmark yang setiap tahun nya mereka harus berpuasa 20 jam bahkan lebih dan berjuang dalam menyempurnakan ibadah di malam harinya.
Untuk meningkatkan kerjasama dalam kegiatan agama dan sosial maka saya sangat berharap bagi pemerintah Aceh untuk mendukung dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini, karena menerut hemat saya bahwa WAA sering melakukan kegiatan agama dan sosial dalam memperkenalkan Aceh di negara Eropa. Kegiatan ini lah yang sangat di harapkan oleh warga Aceh dan anak-anak Aceh khususnya, lebih-lebih lagi dalam kegiatan keagamaan yang sangat mereka butuhkan dalam membentengi ke imanan mereka, karena mereka hidup di lingkungan, budaya dan eksentensi yang jauh berbeda dengan budaya-budaya Nanggroe Aceh Darussalam.
Oleh, Tgk Abdul razaq S.sos.I
Pengajar di Yayasan Dayah Raudhatun Najah
Dan pembina MAZKA (Majelis zikir Kota Langsa)
melaporkan dari Kota Aalborg, Denmark

Tgk. Abdul Razaq Mengisi Safari Ramadhan Dakwah, Pengajian dan zikir ke europa bersama warga Aceh

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Monday, 27 June 2016 | 13:23

WAA : Aalborg - Rabu 22/06/16, World Acehnese Association (WAA), yang merupakan wadah persaudaraan seluruh rakyat Aceh di seluruh dunia dalam upaya memajukan masa depan Aceh kearah yang lebih baik. 

Dalam pertengaan pusa tahun ini, mengundang ketua dan pembina Majelis zikir kota Langsa (MAZKA), Tgk. Abdul Razaq atau yang biasa disapa dengan Tgk. Akhy ke negara Denmark. Untuk mengisi kegiatan safari ramadhan  dakwah, pengajian, zikir, silaturrahmi dan study banding di europa.

Tgk. Abdul Razaq berangkat dari Aceh kenegara Denmark pada tanggal 21 Juni 2016 melalui bandara Kualanamu, transit dimalaysia, Turky dan sampai di Airport Aalborg pada pukul 14:00. 

Di bandara Aalborg, Ruyani M. Daud sebagai logistic WAA dan rakan-rakan sudah lebih awal datang untuk memjemput, mereka langsung bersalaman dan menyapa disaat Tgk.Abdul Razaq keluar dari pintu imigrasi. " Peuhaba Tgk, ciban keuadaan dalam perjalanan ? Tgk geudjaweub alhamdulillah sehat dan lancar mandum. Djroëh dan seulamat katroëh neuteuka u Denmark " kata nekhasan, rakan-rakan geupeugah njoë keuh lagé njoë keudaan cuaca, peuna meunjum leupi Tgk ? dengan peunôh canda, bak hie mangat tapuasa 20 djeum hana that apoh apah sabeub keudaan nanggroë leupi.

Kemudian rombongan meunuju Mesjid kota Aalborg untuk melakukan shalat Dzuhur, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan kereta yang dipandu oleh M.Basri melihat pemandangan seputar kawasan Aalborg. 

Meunghabiskan watktu lebih kurang 3 jam, rombongan menuju kerumah tempat istirahat di kota Brovst yang sudah ditentukan oleh panitia dan sekaligus acara buka puasa perdana bersama Tgk.Abdul Razaq dan aktivis WAA serta rakan-rakan. 

Keesokan harinya, kamis 23/06/16 koordinator WAA dan ketua MAZKA ( nekhasan dan Tgk.Abdul Razaq ) mengunjungi kesalah satu tempat kantor pemerintah di kota madia Jammerburgt Kommune, Region Nordjylland, Denmark, untuk study banding tentang sistem dan mekenisme kerja pejabat dan pelayanan sosial kepada masyarakat Denmark yang membutuhkan bantuan serta pertolongan. 

Kunjungan kekantor itu sudah lebih awal dicadangkan oleh koordinator WAA dengan pihak pejabat pemerintah disana untuk study banding dan temuramah. Kedua tamu di sumbut oleh Jerte dan Mechal, dan diajak berkeliling keseluruh ruang kantor serta memperkenlakan kegiatan pejabat pemerintah disana dalam kepada bekerja. Apa saja tanggung jawab dan yang mereka kerjakan. Menurut Tgk. Abdul Razaq, pelayanan pejabat pemerintah dikantor tersebut sangat ramah, dan penuh keakraban. 


Hari jumaat, 24/06/16, Tgk. Abdul Razaq berangkat ke kawasan kota Hjørring dan tinggal disana selama 7 hari sesuai agenda yang sudah disussun oleh panitia WAA, seperti pengajian, zikir, tur, Silaturahmi dengan warga Aceh disana, buka puasa bersama dan Shalat tarawih di Mesjid Al-Salam.

Pekan depan akan menuju kekawasan kota Aars, tahap pertama kegiatan aktivitas pengajian, zikir diadakan tiap hari setelah shalat Ashar dan kususnya pada tanggai 02 Juli InsyaAllah ada acara zikir akbar di Meunasah Aceh. Disana juga melakukan shalat tarawih, Tgk.Abdul Razaq juga menjadi imam shalat hari raya aidul fitri 1437 H/2016, beserta khatib. di Hari raya ke empat, secara masyarakat Aceh di Denmark ada acara opeh house dan silaturrahmi. Pada hari itu ada tausiau yang disampaikan oleh Gure kita dari Aceh.

" Kedatangan Tgk Abdul Razak kenegara Denmark adalah satu moment yang luar biasa bagi kami warga Aceh di Denmark dalam kegiatan safari ramdhan, karena njoe baroë teuka Gure dari Aceh dalam beuleun puasa" tutur Syukri. Seumoga moment ini dapat digunakan untuk belajar apa saja dari Gure.

Kemudian pada tanggal 11/07/16 rombongan Tgk, akan melakukan perjalan kenegara Norwegia untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Aceh di kota Stavager selama sepekan. 

Oleh, sektaris WAA (Wareeh)

Puasa Ramadan 1437 H / 2016 di Denmark

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Tuesday, 7 June 2016 | 10:47

WAA : Senin 1 Ramadhan 1437 H - Berdasarkan laporan pengamatan bulan, diperkirakan puasa Ramadhan tahun ini di negara denmark dimulai pada 6 Juni 2016 dan termasuk mengalami waktu puasa yang lama.
Di hari pertama puasa ramadhan mulai pada pukul 02:39 dan waktu berbuka puasa jam 22:12, berati muslim di negara Denmark mempunyai waktu berpuasa 19 jam 51 menit.
Mereka cuma mempunyai empat jam 9 menit untuk makan dan minum. Selebihnya, mereka harus berpuasa.
Kemudian di hari puasa kedua dan seterusnya terjadi peningkatan waktu hingga sampai akhir  ramadhan. 
Ramadan tahun ini juga akan menjadi puasa terpanas sepanjang sejarah karena sejumlah negara tengah berada puncak matahari.

Team WAA mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1437 H, kepada seluruh umat muslim seluruh dunia. Semoga ibadah ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang lebih baik lagi bagi kita semua.

Salam Ramadhan dari Team WAA

Darurat Militer di Aceh, berbagai kasus pelanggaran HAM tak jelas penanganan hukumnya

thumbnail

Published by Atjeh Waa on Thursday, 19 May 2016 | 12:36

WAAHari ini, 19 Mei 13 tahun lalu, Presiden Megawati Sukarnoputri dan Menko Polhukam Susilo Bambang Yudhoyono kala itu resmi memberlakukan status darurat militer di Aceh. 
Setelah pengumuman resmi pada tanggal 18 Mei jelang tengah malam (pukul 00:00), Jakarta segera mengirimkan 42 ribu pasukan TNI dan Polri untuk berperang dengan Gerakan Aceh Merdeka. Tak hanya mengirimkan personel, Jakarta juga mengerahkan peralatan tempur, seperti tank, kendaraan lapis baja, reo, panser, pesawat tempur Bronco, dan pelbagai alat perang lainnya.
Dalam langkah operasi TNI memburu ribuan anggota Gerakan Aceh Merdeka. Setiap jengkal tanah Aceh disisir, pasti ada luka, darah, suara tangisan dan nyawa masyarakat sipil yang melayang.
Tak perlu diceritakan banyak apa ekses dari pemberlakuan darurat perang itu. Masing-masing kita memiliki memori kelam terhadap penerapan status darurat militer itu –yang semua penduduk Aceh dewasa diharuskan memiliki kartu tanda penduduk merah putih ( KTP merah Putih) yang di tandatangani oleh pejabat sipil dan militer berparas logo burung garuda berisi pancasila. 
Namun Koordinator WAA , Nekhasan menyebutkan bahwa 13 tahun lalu Aceh pernah berada dalam status darurat militer. Selama masa perang itu, banyak kasus kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan tanpa proses hukum yang terjadi. Belum lagi kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan.
“Akibat penerapan Darurat Militer di Aceh, berbagai kasus pelanggaran HAM terjadi, baik itu berupa penyiksaan, pembunuhan, penghilangan orang secara paksa, pelecehan seksual, pemerkosaan dan penangkapan tanpa proses hukum,” ujar nya.
Padahal Komnas Hak Asasi Manusia mencatat ada 70 kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama setahun pemberlakuan darurat militer. Sayangnya, hingga kini tak jelas penanganan hukumnya. Komnas HAM juga mencatat ada 205 kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi sepanjan 1989 hingga 2005 menjadi lebai.


America

Random
Post

News In
Pictures

Conference

Asia

Afrika

Religion

Berita
Aceh

Dari
Opini

Masalah
Pendidikan

Tentang
Budaya

Fin Us on
Facebook

Video
WAA